Bangka Barat, BERITAACUAN.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan napak tilas jejak perjuangan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di kawasan bersejarah Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus BMI Babel dan turut didampingi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Kerakyatan DPP BMI, Rifki Arsila, serta Ketua Bidang Pangan dan Pertanian DPP BMI, Ibrahim Galih Akbar.
Perlu diketahui, Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam merupakan dua lokasi penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Kedua tempat ini menjadi lokasi pengasingan Bung Karno dan sejumlah tokoh nasional pada periode 1948–1949 setelah Agresi Militer Belanda II. Dari Bangka, para pemimpin bangsa tetap menjalankan diplomasi dan strategi politik untuk mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di mata dunia.
Ketua BMI Babel, Bayu Hardianto, mengatakan kunjungan ke situs sejarah tersebut memberikan pemahaman mendalam tentang arti perjuangan para pendiri bangsa. Menurutnya, perjuangan kemerdekaan tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga membutuhkan arah dan strategi yang matang.
“Napak tilas Menumbing dan Wisma Ranggam hari ini membuat saya semakin memahami bahwa perjuangan bukan hanya soal semangat, tetapi juga harus memiliki arah dan strategi yang jelas. Dari tempat inilah kita belajar bagaimana para pendiri bangsa mampu merumuskan langkah-langkah besar untuk mempertahankan Republik Indonesia,” kata Bayu.
Ia menambahkan, salah satu strategi penting yang lahir dari proses perjuangan tersebut adalah Perjanjian Roem-Roijen yang kemudian menjadi jalan bagi kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta.
“Banyak strategi hebat yang lahir dari masa-masa sulit itu. Salah satunya Perjanjian Roem-Roijen yang menjadi tiket kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta dan membuka jalan menuju pengakuan kedaulatan penuh melalui Konferensi Meja Bundar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BMI Babel, Rais Abdillah, menilai Bangka Barat memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, keberadaan Menumbing dan Wisma Ranggam menjadi pengingat bahwa Bangka Belitung turut mengambil bagian dalam proses mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Banyak generasi muda yang mengetahui nama Bung Karno, tetapi belum memahami secara utuh bahwa Bangka, khususnya Muntok, memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Karena itu, kegiatan napak tilas ini penting agar kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga memahami nilai perjuangan, keteguhan, dan kecintaan terhadap Indonesia yang diwariskan para pendiri bangsa,” kata Rais.
Rais berharap semangat yang diwariskan Bung Karno dan para tokoh bangsa dapat terus hidup di kalangan generasi muda melalui karya nyata dan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Semoga nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, serta semangat perjuangan yang diwariskan Bung Karno dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan berkeadilan,” pungkas Rais Abdillah.















