Ketika Ramadan Menghidupkan Ekonomi Rakyat

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Siti Uswatun Hasanah
Analis Yunior  Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah KPw Bank Indonesia Provinsi Kep. Bangka Belitung

BERITAACUAN.COM – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain menguatkan dimensi spiritual, Ramadan juga menjadi momentum bergeraknya perekonomian rakyat. Bagi pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bulan ini menghadirkan peluang yang nyata seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Di Bangka Belitung, denyut ekonomi Ramadan terlihat dari berbagai aktivitas usaha kecil yang tumbuh di tengah masyarakat. Mulai dari pasar takjil, pakaian muslim, hampers, hingga aneka kue lebaran, UMKM hadir memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci. Bagi banyak pengusaha kecil, Ramadan bahkan menjadi periode penting untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas pasar.

Momentum ini juga terlihat dalam berbagai bazar Ramadan yang digelar di sejumlah titik. Pemerintah bersama Bank Indonesia turut menghadirkan dukungan melalui kegiatan seperti Bazar Ramadan Urban Fest yang berlangsung pada 20 Februari hingga 11 Maret 2026 di kawasan Masjid Agung Kubah Timah. Melalui ruang-ruang seperti ini, pengusaha UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.

Namun lonjakan permintaan selama Ramadan juga membawa tantangan tersendiri. Pengusaha harus mampu mengelola stok bahan baku, menjaga kualitas produk, serta mengatur modal kerja dalam waktu yang relatif singkat tetapi sangat padat. Bagi UMKM di daerah, tantangan ini sering kali semakin terasa karena keterbatasan akses distribusi dan sumber daya.

Di tengah dinamika tersebut, stabilitas harga menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha kecil. Bank Indonesia terus mencermati bagaimana pergerakan harga dan daya beli masyarakat memengaruhi aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput. Bagi pengusaha UMKM, perubahan harga bukan sekadar angka statistik, tetapi realitas yang langsung memengaruhi biaya produksi sekaligus kemampuan konsumen untuk berbelanja.

Pada Februari 2026, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami deflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan (mtm). Perkembangan tersebut turut membentuk inflasi tahunan sebesar 3,31 persen (yoy). Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga relatif terkendali, sehingga membantu menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli masyarakat.

Ketika harga bahan baku dan kebutuhan pokok relatif stabil, pengusaha UMKM memiliki ruang yang lebih baik untuk merencanakan produksi dan mempertahankan kualitas produk. Stabilitas ini juga memungkinkan UMKM menetapkan harga jual yang tetap wajar bagi konsumen, tanpa harus mengorbankan kualitas maupun pelayanan.

Hal yang sering terlupakan, pengusaha UMKM tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai bagian dari rumah tangga yang menghadapi tekanan biaya hidup. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, sebagian modal usaha dapat terpakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dampaknya dapat mengurangi kemampuan usaha untuk berkembang. Karena itu, pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan pada dasarnya adalah upaya menjaga agar perputaran ekonomi rakyat tetap berlangsung secara sehat.

Dalam konteks ini, UMKM memegang peran strategis karena berada di persimpangan antara konsumsi rumah tangga, aktivitas usaha lokal, dan sumber penghidupan masyarakat. Menjaga stabilitas menjelang Idulfitri berarti memastikan bahwa momentum ekonomi musiman dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi rakyat.

Meski demikian, Ramadan sering kali hanya menjadi panggung sementara bagi UMKM. Pasar ramai, penjualan meningkat, tetapi setelah Idulfitri berlalu banyak usaha kembali berjalan seperti semula tanpa peningkatan kapasitas yang berarti. Di sinilah tantangannya: ekonomi boleh bergerak secara musiman, tetapi penguatan UMKM seharusnya tidak ikut bersifat musiman.

Karena itu, lonjakan permintaan selama Ramadan perlu dibaca sebagai kesempatan untuk memperkuat fondasi usaha. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk membenahi tata kelola, menata arus kas, memperkuat modal kerja, dan meningkatkan efisiensi produksi agar usaha tidak hanya bertahan saat pasar ramai, tetapi juga lebih siap menghadapi periode setelahnya.

Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya soal meningkatnya konsumsi masyarakat. Di Bangka Belitung, Ramadan adalah momentum ketika roda ekonomi kerakyatan berputar lebih kuat, digerakkan oleh usaha kecil, pasar-pasar lokal, dan daya beli masyarakat. Karena itu, yang perlu dijaga bukan hanya ramainya transaksi menjelang lebaran, tetapi juga bagaimana agar putaran ekonomi itu benar-benar menjadi penguat bagi UMKM dan penghidupan rakyat setelah Ramadan berakhir.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gubernur Hidayat Arsani Bawa Pemprov Babel Raih Penghargaan Manajemen Talenta BKN
DPKP Bangka Belitung Gelar Sosilasisasi dan Bimtek SDM Perkebunan Kelapa Sawit
Target Operasi 2028, Pemprov Matangkan Realisasi Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka Tahap II
Kanwil DJPb Babel Ajak Stakeholder Berperan Aktif Tingkatkan Kualitas Layanan
Digelar di OROM Sungailiat, 450 Atlet Ikuti Kerjurprov PBSI Bangka Belitung
BPS: Penumpang Udara dan Laut yang Datang ke Babel Naik pada Juli 2026
Kunjungan Wisnus Babel Juli 2026 Turun Tipis, Jumlah Tamu Menginap Justru Naik 3,81 Persen
Tingkat Pengangguran Terbuka Bangka Belitung Naik, Capai 4,21 Persen

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:19 WIB

Gubernur Hidayat Arsani Bawa Pemprov Babel Raih Penghargaan Manajemen Talenta BKN

Kamis, 3 September 2026 - 21:12 WIB

DPKP Bangka Belitung Gelar Sosilasisasi dan Bimtek SDM Perkebunan Kelapa Sawit

Rabu, 2 September 2026 - 19:25 WIB

Target Operasi 2028, Pemprov Matangkan Realisasi Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka Tahap II

Rabu, 2 September 2026 - 19:22 WIB

Kanwil DJPb Babel Ajak Stakeholder Berperan Aktif Tingkatkan Kualitas Layanan

Selasa, 1 September 2026 - 19:06 WIB

BPS: Penumpang Udara dan Laut yang Datang ke Babel Naik pada Juli 2026

Berita Terbaru