Inflasi Bangka Belitung di Februari 2026 Terkendali dan di Kisaran Target

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

BERITAACUAN.COM – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Februari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,64% (mtm) dan secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,31% (yoy).

Angka inflasi tahunan tersebut masih berada di sasaran target inflasi nasional yakni 2,5±1%, serta lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 4,76% (yoy). Sejalan dengan hal tersebut, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai daerah dengan inflasi terendah ketiga se-nasional.

Secara bulanan, deflasi disebabkan oleh penurunan harga komoditas sawi hijau, aneka ikan segar, dan cabai rawit. Sedangkan secara tahunan, inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didorong oleh kenaikan indeks harga pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 19,46% (yoy) utamanya disumbang oleh tarif listrik.

Hal ini disebabkan oleh baseline tarif listrik pada bulan Februari 2025 yang lebih rendah akibat pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% untuk pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA.

Selain itu, dorongan inflasi tahunan juga disebabkan oleh komoditas emas perhiasan seiring kenaikan harga global ditengah ketidakpastian geopolitik, serta harga komoditas cumi-cumi yang relatif masih tinggi pada tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyampaikan bahwa Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus bersinergi dan berkomitmen dalam menjaga stabilitas inflasi khususnya yang bersumber dari pangan (volatile foods).

Inflasi yang rendah dan stabil menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Oleh karena itu, implementasi strategi 4K yang efektif  yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif menjadi ramuan yang ampuh untuk mencapai hal tersebut.

Selanjutnya, Bank Indonesia juga terus mendukung implementasi program pengendalian inflasi di masing-masing daerah. Sampai dengan bulan Februari 2026 setidaknya Bank Indonesia telah memfasilitasi 15 kali penyelenggaraan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Hal ini dilakukan agar masyarakat mudah mengakses bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga turut mendukung fasilitasi distribusi 18.500 kg daging sapi beku dari Bekasi ke Kabupaten Belitung Timur sebagai bentuk upaya antisipatif menekan lonjakan harga daging sapi.

Tidak terbatas pada upaya menjaga stabilitas harga dalam jangka pendek, Bank Indonesia juga mendukung pengendalian inflasi jangka menengah-panjang dengan turut mendorong peningkatan produksi pangan lokal di Bangka Belitung khususnya komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi. Hal ini dilakukan dengan program pemberdayaan klaster pangan binaan baik dari aspek produksi maupun pemasaran.

Harapannya, upaya tersebut dapat mendukung ketahanan pangan di Bangka Belitung, serta pada gilirannya dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif di Bangka Belitung.

Sebagai penutup, Rommy juga menegaskan bahwa tantangan inflasi ke depan masih tetap ada, namun dengan Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) bersama Kepala Daerah dan instansi terkait diharapkan dapat terus menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil sesuai dengan sasaran target inflasi nasional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi
Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun Sepanjang Agustus, Perkuat Fondasi Menuju BMKS
Gubernur Hidayat Arsani Bawa Pemprov Babel Raih Penghargaan Manajemen Talenta BKN
Target Operasi 2028, Pemprov Matangkan Realisasi Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka Tahap II
Kanwil DJPb Babel Ajak Stakeholder Berperan Aktif Tingkatkan Kualitas Layanan
Digelar di OROM Sungailiat, 450 Atlet Ikuti Kerjurprov PBSI Bangka Belitung
BPS: Penumpang Udara dan Laut yang Datang ke Babel Naik pada Juli 2026
Kunjungan Wisnus Babel Juli 2026 Turun Tipis, Jumlah Tamu Menginap Justru Naik 3,81 Persen

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:39 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi

Jumat, 4 September 2026 - 20:07 WIB

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun Sepanjang Agustus, Perkuat Fondasi Menuju BMKS

Kamis, 3 September 2026 - 21:19 WIB

Gubernur Hidayat Arsani Bawa Pemprov Babel Raih Penghargaan Manajemen Talenta BKN

Rabu, 2 September 2026 - 19:22 WIB

Kanwil DJPb Babel Ajak Stakeholder Berperan Aktif Tingkatkan Kualitas Layanan

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Digelar di OROM Sungailiat, 450 Atlet Ikuti Kerjurprov PBSI Bangka Belitung

Berita Terbaru