Perjuangan Cantabile Ethnic Ensemble Menuju Grand Champion: Dana Terbatas, Bagasi Hampir Rp10 Juta, hingga Kendala di Panggung China

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAACUAN.COM.CHINA — Perjuangan Cantabile Ethnic Ensemble dalam mengikuti Asia All Star Festival 2026 berbuah manis. Tampil di Opera House, Sias University, Zhengzhou, Henan, China, kelompok musik asal Bangka Belitung ini berhasil meraih Gold Award kategori Group Ensemble dan Grand Champion Top 1st kategori musik.

Namun, di balik prestasi tersebut, terdapat perjalanan panjang yang diwarnai keterbatasan anggaran dan berbagai kendala, mulai dari biaya bagasi alat musik hingga masalah teknis sesaat sebelum tampil.

Keikutsertaan Cantabile Ethnic Ensemble dalam festival internasional tersebut mendapat dukungan melalui program Dana Indonesiaraya dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Meski demikian, dana yang diperoleh belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan keberangkatan dan pelaksanaan kegiatan.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Cantabile Musik berupaya mencari dukungan tambahan dari berbagai pihak. Sejumlah mitra turut membantu, di antaranya Wali Kota Pangkalpinang, PT Timah, Sanggar Seni Sekar Penyanding, Sanggar Cikar, Mamaho, Dewan Kesenian, Varanoid, dan Peps Pro, serta pihak lain yang memberikan bantuan berupa dana, kostum, peminjaman alat musik, peralatan, dan kebutuhan dokumentasi.

Biaya Bagasi dan Perjalanan Panjang Menjadi Tantangan

Tantangan berikutnya muncul saat rombongan melakukan perjalanan menuju China. Di bandara, tim menghadapi biaya bagasi alat musik yang mencapai hampir Rp10 juta. Pengeluaran tak terduga tersebut menjadi beban tambahan di tengah keterbatasan anggaran yang telah dihadapi sejak persiapan keberangkatan.

Setelah menempuh perjalanan panjang menuju Zhengzhou, para pemain juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca dan lingkungan yang berbeda.

Tantangan belum berakhir ketika rombongan tiba di lokasi festival. Sesaat sebelum penampilan di Opera House, Sias University, Zhengzhou, tim mendapati salah satu instrumen mengalami kendala sehingga belum dapat menghasilkan suara sebagaimana mestinya.

Dalam situasi yang menegangkan dan dengan waktu persiapan yang terbatas, tim berusaha mencari solusi agar pertunjukan tetap dapat berlangsung. Berkat kerja sama seluruh anggota, Cantabile Ethnic Ensemble akhirnya berhasil tampil sesuai rencana.

Perjuangan Terbayar dengan Dua Penghargaan

Dalam penampilannya di Asia All Star Festival 2026, Cantabile Ethnic Ensemble membawakan “Nge(H)laot”, karya yang dikembangkan dari lagu dan tari Gajah Menunggang.

Karya tersebut memadukan instrumen dambus, bonang, kolintang, bass elektrik, drum, cello, klarinet, dan akordion. Penggunaan kostum tradisional Bangka Belitung turut memperkuat upaya memperkenalkan identitas budaya daerah melalui musik dalam forum internasional.

Veni Wahyuni, selaku Project Leader sekaligus Owner Cantabile Musik, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari perjuangan bersama.

“Dari awal kami menghadapi banyak keterbatasan. Setelah mendapatkan dukungan Dana Indonesiaraya, kami masih harus mencari tambahan dukungan untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan. Di perjalanan pun ada banyak kendala, mulai dari bagasi alat musik, perjalanan panjang, penyesuaian cuaca, hingga masalah instrumen sesaat sebelum tampil,” ujar Veni.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para siswa, pengajar, dan seniman yang tergabung dalam Cantabile Ethnic Ensemble. Prestasi yang diraih bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang ketekunan, kerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan.

Keberhasilan meraih Gold Award kategori Group Ensemble dan Grand Champion Top 1st kategori musik menjadi pencapaian penting bagi Cantabile Musik dalam membawa musik dan budaya Bangka Belitung ke panggung internasional.

Bagi Cantabile, perjalanan ke China bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari misi memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Bangka Belitung untuk terus berkembang melalui musik.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Bangka Belitung Terima Audiensi Ulama Bahas BBM
Operasi Katarak Gratis Bagi Masyarkat Pulau Bangka, Rudianto Tjen: Doktrin Ketum PDI-P
Targetkan 800 Pasien, Rudi Center Datangkan 27 Tim Dokter Cicendo untuk Operasi Katarak Gratis di Bangk
Pemprov Bangka Belitung Terima Donasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Korban Kebakaran Basel
Menyelamatkan Ruang Hidup Nelayan Rias dan Beriga Lewat Operasi Tambang Berwawasan Lingkungan
Sekda Babel Minta ASN dan PPPK Ubah Mindset: Utama Pelayanan, Bukan Dilayani
Sekda Fery Afriyanto Lantik 10 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemprov Babel
Gelar Green Policing di Pasir Padi, Polda Babel Tegaskan Komitmen Jaga Aset Wisata dan Laut

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:29 WIB

DPRD Bangka Belitung Terima Audiensi Ulama Bahas BBM

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Operasi Katarak Gratis Bagi Masyarkat Pulau Bangka, Rudianto Tjen: Doktrin Ketum PDI-P

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Bangka Belitung Terima Donasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Korban Kebakaran Basel

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Menyelamatkan Ruang Hidup Nelayan Rias dan Beriga Lewat Operasi Tambang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sekda Babel Minta ASN dan PPPK Ubah Mindset: Utama Pelayanan, Bukan Dilayani

Berita Terbaru

Bangka Belitung

Gubernur Babel Dukung Penguatan Pengawasan dan Kualitas Layanan SPPG

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:31 WIB

Bangka Belitung

DPRD Bangka Belitung Terima Audiensi Ulama Bahas BBM

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:29 WIB