BERITACUAN.COM.BELITUNG TIMUR. Kampung KB Pariwisata resmi diluncurkan di Kampung KB Kerisi, Desa Burong Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (22/9/2026). Inisiatif ini menjadi upaya mengintegrasikan pembangunan keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi pariwisata desa melalui kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan para mitra. Kolaborasi diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program Bangga Kencana sekaligus mendorong keterlibatan berbagai sektor dalam pengembangan Kampung KB.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, SH, mengatakan Kampung KB perlu dibangun sebagai gerakan bersama dengan melibatkan pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat.
“Kampung KB harus kita bangun sebagai gerakan bersama. Ketika pemerintah daerah, pemerintah desa, mitra kerja, dan masyarakat bergerak dalam satu arah, maka program pembangunan keluarga tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarga dan masyarakat.”
Menurut Fazar, pengembangan Kampung KB Pariwisata membuka peluang untuk menghubungkan pembangunan keluarga dengan potensi yang dimiliki desa. Pengembangan pariwisata dapat menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, sementara pembangunan keluarga menjadi fondasi dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemerintah daerah, dan para mitra. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial serta dukungan non-nutrisi berupa bantuan pembangunan jamban sehat bagi keluarga risiko stunting.
Melalui Kampung KB Pariwisata Kerisi, sinergi lintas sektor diharapkan semakin kuat sehingga pembangunan keluarga dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa. Dengan demikian, Kampung KB tidak hanya menjadi wadah pelaksanaan program, tetapi juga ruang kolaborasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat.














