Masuk Target Nasional, Inflasi Bangka Belitung Tetap Terkendali di Akhir 2025

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

BERITAACUAN.COM – Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil menjaga stabilitas harga hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Babel pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,55 persen (month to month/mtm), meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,36 persen (mtm), namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,64 persen (mtm).

Kenaikan inflasi bulanan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang naik 1,12 persen (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain cabai rawit, bayam, dan sawi hijau, seiring meningkatnya permintaan serta terbatasnya pasokan akibat cuaca ekstrem.

Secara tahunan, inflasi Bangka Belitung tercatat sebesar 2,77 persen (year on year/yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1 persen** dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen (yoy).

Inflasi tahunan Babel terutama didorong oleh kenaikan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang meningkat 6,55 persen (yoy), khususnya komoditas cabai merah dan cabai rawit. Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 7,46 persen (yoy), yang didominasi oleh komoditas emas perhiasan. Di sisi lain, tekanan inflasi berhasil tertahan oleh **Kelompok Pendidikan yang mengalami deflasi cukup dalam sebesar 12,86 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menjelaskan bahwa inflasi Desember 2025 dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat pada momen Hari Raya Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026. Kenaikan harga cabai dan sayuran hijau juga disebabkan oleh gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem. Meski demikian, TPID Provinsi maupun Kabupaten/Kota terus berkomitmen menjaga ketersediaan stok sesuai kebutuhan masyarakat.

Secara spasial, seluruh wilayah survei Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bangka Belitung mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Bangka Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,02 persen (yoy), disusul Kabupaten Belitung Timur sebesar 2,69 persen (yoy) dan Kota Pangkalpinang sebesar 2,58 persen (yoy). Sementara itu, Tanjungpandan menjadi wilayah dengan inflasi terendah yakni 1,44 persen (yoy).

Lebih lanjut, Rommy menegaskan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan mitra strategis lainnya guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil. Upaya tersebut mendukung tiga langkah strategis pengendalian inflasi, yakni menjaga inflasi 2025 dalam sasaran nasional, mengendalikan inflasi pangan bergejolak, serta memperkuat koordinasi pusat dan daerah melalui Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027.

Pengendalian inflasi juga diperkuat melalui kerangka kebijakan 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Sepanjang tahun 2025, TPID telah melaksanakan 41 kali sidak pasar, 99 kali Operasi Pasar Murah, dan 65 kali Gerakan Pangan Murah** di seluruh wilayah Bangka Belitung.

Dari sisi pasokan, TPID mendorong pelaksanaan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) baik intra maupun antarprovinsi yang telah dilakukan sebanyak 13 kali. Bank Indonesia juga memfasilitasi distribusi pangan, termasuk dukungan pada 34 kegiatan OPM serta pengiriman 17,5 ton daging sapi beku dari Jakarta ke Belitung Timur.

Dalam aspek komunikasi, berbagai kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas terus digencarkan, mulai dari  High Level Meeting TPID, capacity building, FGD, hingga kampanye stabilisasi harga kepada masyarakat luas.

Ke depan, Bank Indonesia dan TPID menyadari masih terdapat tantangan dalam menjaga inflasi tetap stabil. Namun, melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, diharapkan inflasi Bangka Belitung tetap berada dalam sasaran nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan Akses Warga di Kampung Dul
Ketua Bawaslu Babel Jadi Pembina Upacara di SMAN 3 Pangkalpinang, Tekankan Literasi Demokrasi Generasi Z
Elvi Diana: Spirit Kartini Tak Lekang Waktu, Cerdas Berpikir dan Tetap Menjadi Ibu yang Lembut
Perkuat Peran Perempuan di Ruang Publik dan Keluarga, Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna Gaungkan Semangat Kartini yang Relevan dan Adaptif
DPRD Bangka Belitung Dorong Harga TBS Sawit Minimal Rp3.000/Kg
Berikut Nama-nama Lolos Tiga Besar Lelang Jabatan Kepala OPD di Pemprov Bangka Belitung
Analisis Ontologis Pemolisian Masyarakat lewat Jumat Curhat Polda Babel.
Pengda Kagama Bangka Belitung Menggelar Halal Bi Halal dan Rapat Kerja di Pantai Cemara

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:05 WIB

Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan Akses Warga di Kampung Dul

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Ketua Bawaslu Babel Jadi Pembina Upacara di SMAN 3 Pangkalpinang, Tekankan Literasi Demokrasi Generasi Z

Selasa, 21 April 2026 - 17:58 WIB

Elvi Diana: Spirit Kartini Tak Lekang Waktu, Cerdas Berpikir dan Tetap Menjadi Ibu yang Lembut

Selasa, 21 April 2026 - 13:00 WIB

Perkuat Peran Perempuan di Ruang Publik dan Keluarga, Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna Gaungkan Semangat Kartini yang Relevan dan Adaptif

Senin, 20 April 2026 - 20:20 WIB

DPRD Bangka Belitung Dorong Harga TBS Sawit Minimal Rp3.000/Kg

Berita Terbaru

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya

Bangka Belitung

DPRD Bangka Belitung Dorong Harga TBS Sawit Minimal Rp3.000/Kg

Senin, 20 Apr 2026 - 20:20 WIB